Rabu, 18 Maret 2009
THE BEST ONE
"Before you, Bella, my life was like a moonless night. Very dark, but there were the stars - little points of light and reason. Then you shot across my sky like a meteor. Suddenly everything was on fire; there was brilliancy, there was beauty. When you were gone, when the meteor had fallen over the horizon, everything went black. Nothing had changed, but my eyes were blinded by the light. And there was no more reason for anything."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
Seandainya aku harus menyentuhmu
untuk menyakinkan kau berada disampingku
Lalu mengapa ketika aku merasakan kehadiranmu
Aku tetap saja tak bisa menyentuhmu
Seketika aku mendengar senandungmu
Kau nyanyikan lagu yang merdu
Yang kukira kau lantunkan untukku
Namun ketika kulihat peri-peri laut pun menari
sambil menyebarkan serbuk keperakan
berkilau diterpa sinar matahari
Aku tersadar, lagu itu adalah pujian yang biasa
Kau persembahkan pada dia
Hanya padanya kau persembahkan puisimu
Akhirnya aku menyerah untuk menyentuhmu
Dan aku menyerah untuk bisa menyentuhmu
Selamanya
haiii...
mak aiiii jiwang karen nyerrr..
ok... anda seorang yang kretifff gituuu
Posting Komentar